Maraknya Kejahatan di Jatinangor
Jatinangor
merupakan sebuah kawasan kecil yang dikenal sebagai daerah pendidikan di
kawasan Jawa Barat. Sesuai dengan image
daerah pendidikan, Jatinangor dipadati oleh beberapa universitas dan perguruan
tinggi, mulai dari Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung,
Institut Koperasi Indonesia, Univesitas Winaya Mukti, dan Institut Pendidikan
Dalam Negeri. Tak heran jika Jatinangor yang dulunya sepi, kini berubah menjadi
sebuah kawasan yang penuh dengan lalu lalang aktivitas pendidikan. Mahasiswa
pun telah menjadi penghuni mayoritas di kawasan perbatasan Bandung dan Sumedang
ini.
Penduduk
asli pun merasakan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi nilai tersendiri bagi
mereka. Selain dikarenakan menjadi sumber pendapatan bagi mereka yang membuka
usaha, ternyata mahasiswa dianggap mampu menghilangkan kesan sunyi Jatinangor
di malam hari.
Tetapi,
kepadatan mahasiswa ini diartikan salah oleh banyak oknum. Memanfaatkan
mahasiswa sebagai objek bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan. Dengan aksi
dan tindakan yang salah. Kriminalitas menjadi jalan pintas bagi mereka untuk
meraup keuntungan. Menepiskan rasa kemanusiaan demi sebuah penghasilan.
Mahasiswa sepertinya dianggap sebagai mangsa empuk para kawanan penjahat. Hal
ini mungkin dikarenakan sikap mahasiswa yang teledor dan kurang berhati-hati.
Well, kali ini kami ingin memberikan informasi mengenai
kejahatan-kejahatan yang sering terjadi di kawasan Jatinangor. Cekidot!
1.
Curanmor
Pencurian
kendaraan bermotor menjadi sebuah masalah yang terus terjadi di kawasan pendidikan
ini. Entah apa yang menyebabkan banyak mahasiswa menjadi korban dan kehilangan
kendaraan roda duanya. Penggunaan kunci ganda pun tidak dapat memastikan
kendaraan aman dari incaran pencuri. Sudah banyak kasus pencurian motor terjadi
beberapa tahun belakangan ini. Kehilangan ini pun bersifat variatif. Pelaku
curanmor bisa melakukan aksinya pada siang hari, malam hari, di area kosan,
atau bahkan di lingkungan kampus.
2.
Pemerkosaan
Pemerkosaan
menjadi salah satu tindakan kriminal yang pernah terjadi di kawasan
Jatinangor. Entah apa yang menyebabkan
kasus ini cukup menyedot perhatian masyarakat. Tidak hanya mahasiswa, warga lokal
pun menjadi incaran dan objek untuk menyalurkan nafsu pelaku. Seorang ibu rumah
tangga pernah menjadi korban pemerkosaan dirumahnya. Setelah memperkosa, pelaku
mencuri barang-barang berharga milik korban.
3.
Jambret
Aksi jambret
juga tidak dapat dihilangkan dan identik dengan kejahatan yang terjadi di
Jatinangor. Banyak mahasiswa yang
menjadi korban penjambretan ini. Hp, laptop, dompet, dan barang berharga
lainnya pun hilang dari genggaman mereka. Kasus ini sering terjadi pada malam
hari, apalagi jika korban hanya sendirian. Lokasi kejadian pun variatif, mulai
dari jalan menuju kosan, di area kampus, atau di jalan raya sekalipun.
4.
Copet
Acara-acara
besar di Jatinangor dijadikan sebagai sarana bagi para pencopet untuk mencari
mangsa. Tidak jarang barang-barang berharga pun hilang saat ditengah keramaian.
Bukan hanya di acara-acara besar saja, di angkutan umum pun sering dilakukan
aksi pencopetan. Sasaran nya tidak lain dan tidak bukan adalah mereka yang
menjadi pusat perhatian para pencopet.
5.
Pencurian
Pencurian
memang beraneka ragam. Jatinangor menjadi salah satu kawasan yang dianggap
cukup sering terjadi kasus pencurian. Entah apa yang menyebabkan banyak
penjahat melakukan aksinya di kawasan ini. Beberapa kasus yang sering ditemukan
adalah kecurian di area kos-kosan. Barang-barang yang diambil pun cukup membuat
kita mengelus dada. Misalnya seperti kasus yang terjadi di kos-kosan daerah
GKPN yang mengakibatkan beberapa kamar yang ada di dalam satu gedung kosan
menjadi target pencuri menyalurkan bakatnya.
6.
Penodongan
Aksi
penodongan juga menjadi salah satu aksi kejahatan yang terjadi di Jatinangor.
Tidak jarang mahasiswa yang menjadi korban dari aksi ini. Salah satu contohnya
adalah dua mahasiswa yang kemudian di todong dengan senjata tajam dan dipaksa
untuk memberikan barang berharga milik mereka. Aksi ini lebih sering dilakukan
pada malam hari, disaat sepi dan sulit bagi orang lain untuk memberikan
pertolongan.
Ya, mungkin
itu sebagian dari aksi kejahatan yang sering terjadi di kawasan pendidikan
Jatinangor. Hal ini menggambarkan dan menunjukkan seberapa tidak amannya
kawasan ini. Maka dari itu, kami mengingatkan masyarakat dan para mahasiswa
untuk memperhatikan dan juga menjaga keamanan di daerah sekitarnya.
“Kejahatan
bukan hanya terjadi karena ada niat buruk dari pelaku, tetapi juga karena ada
kesempatan. Waspadalah!” –Bang Napi
Muhammad Fikri Ma'ruf - Ihsan Algupram (HUMAS B 2O12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar