Sabtu, 20 Desember 2014

Sacau Tips



Maraknya Kejahatan di Jatinangor

Jatinangor merupakan sebuah kawasan kecil yang dikenal sebagai daerah pendidikan di kawasan Jawa Barat. Sesuai dengan image daerah pendidikan, Jatinangor dipadati oleh beberapa universitas dan perguruan tinggi, mulai dari Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Institut Koperasi Indonesia, Univesitas Winaya Mukti, dan Institut Pendidikan Dalam Negeri. Tak heran jika Jatinangor yang dulunya sepi, kini berubah menjadi sebuah kawasan yang penuh dengan lalu lalang aktivitas pendidikan. Mahasiswa pun telah menjadi penghuni mayoritas di kawasan perbatasan Bandung dan Sumedang ini.
Penduduk asli pun merasakan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi nilai tersendiri bagi mereka. Selain dikarenakan menjadi sumber pendapatan bagi mereka yang membuka usaha, ternyata mahasiswa dianggap mampu menghilangkan kesan sunyi Jatinangor di malam hari.
Tetapi, kepadatan mahasiswa ini diartikan salah oleh banyak oknum. Memanfaatkan mahasiswa sebagai objek bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan. Dengan aksi dan tindakan yang salah. Kriminalitas menjadi jalan pintas bagi mereka untuk meraup keuntungan. Menepiskan rasa kemanusiaan demi sebuah penghasilan. Mahasiswa sepertinya dianggap sebagai mangsa empuk para kawanan penjahat. Hal ini mungkin dikarenakan sikap mahasiswa yang teledor dan kurang berhati-hati.
Well, kali ini kami ingin memberikan informasi mengenai kejahatan-kejahatan yang sering terjadi di kawasan Jatinangor. Cekidot!
1.     Curanmor
Pencurian kendaraan bermotor menjadi sebuah masalah yang terus terjadi di kawasan pendidikan ini. Entah apa yang menyebabkan banyak mahasiswa menjadi korban dan kehilangan kendaraan roda duanya. Penggunaan kunci ganda pun tidak dapat memastikan kendaraan aman dari incaran pencuri. Sudah banyak kasus pencurian motor terjadi beberapa tahun belakangan ini. Kehilangan ini pun bersifat variatif. Pelaku curanmor bisa melakukan aksinya pada siang hari, malam hari, di area kosan, atau bahkan di lingkungan kampus.
2.     Pemerkosaan
Pemerkosaan menjadi salah satu tindakan kriminal yang pernah terjadi di kawasan Jatinangor.  Entah apa yang menyebabkan kasus ini cukup menyedot perhatian masyarakat. Tidak hanya mahasiswa, warga lokal pun menjadi incaran dan objek untuk menyalurkan nafsu pelaku. Seorang ibu rumah tangga pernah menjadi korban pemerkosaan dirumahnya. Setelah memperkosa, pelaku mencuri barang-barang berharga milik korban.
3.     Jambret
Aksi jambret juga tidak dapat dihilangkan dan identik dengan kejahatan yang terjadi di Jatinangor.  Banyak mahasiswa yang menjadi korban penjambretan ini. Hp, laptop, dompet, dan barang berharga lainnya pun hilang dari genggaman mereka. Kasus ini sering terjadi pada malam hari, apalagi jika korban hanya sendirian. Lokasi kejadian pun variatif, mulai dari jalan menuju kosan, di area kampus, atau di jalan raya sekalipun.
4.     Copet
Acara-acara besar di Jatinangor dijadikan sebagai sarana bagi para pencopet untuk mencari mangsa. Tidak jarang barang-barang berharga pun hilang saat ditengah keramaian. Bukan hanya di acara-acara besar saja, di angkutan umum pun sering dilakukan aksi pencopetan. Sasaran nya tidak lain dan tidak bukan adalah mereka yang menjadi pusat perhatian para pencopet.
5.     Pencurian
Pencurian memang beraneka ragam. Jatinangor menjadi salah satu kawasan yang dianggap cukup sering terjadi kasus pencurian. Entah apa yang menyebabkan banyak penjahat melakukan aksinya di kawasan ini. Beberapa kasus yang sering ditemukan adalah kecurian di area kos-kosan. Barang-barang yang diambil pun cukup membuat kita mengelus dada. Misalnya seperti kasus yang terjadi di kos-kosan daerah GKPN yang mengakibatkan beberapa kamar yang ada di dalam satu gedung kosan menjadi target pencuri menyalurkan bakatnya.
6.     Penodongan
Aksi penodongan juga menjadi salah satu aksi kejahatan yang terjadi di Jatinangor. Tidak jarang mahasiswa yang menjadi korban dari aksi ini. Salah satu contohnya adalah dua mahasiswa yang kemudian di todong dengan senjata tajam dan dipaksa untuk memberikan barang berharga milik mereka. Aksi ini lebih sering dilakukan pada malam hari, disaat sepi dan sulit bagi orang lain untuk memberikan pertolongan.
Ya, mungkin itu sebagian dari aksi kejahatan yang sering terjadi di kawasan pendidikan Jatinangor. Hal ini menggambarkan dan menunjukkan seberapa tidak amannya kawasan ini. Maka dari itu, kami mengingatkan masyarakat dan para mahasiswa untuk memperhatikan dan juga menjaga keamanan di daerah sekitarnya.

“Kejahatan bukan hanya terjadi karena ada niat buruk dari pelaku, tetapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah!” –Bang Napi



Muhammad Fikri Ma'ruf - Ihsan Algupram (HUMAS B 2O12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar