Kejahatan?
Pencopetan? Ini tipsnya….
Tingkat
kejahatan di Indonesia cukup mengkhawatirkan dan dapat mengintai siapa pun tak
peduli jenis kelaminnya. Pada
tahun 2004 jumlah kejahatan pidana meningkat 23.955 kasus atau 12,2% dari
196.931 kasus menjadi 220.886 kasus pada 2004. Sedangkan pada tahun 2005
peningkatan lagi sebesar 19,1% hingga mencapai 263.063. Berikut adalah data
kejahatan di Indonesia yang dirangkum dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 3
tahun terakhir:
·
Angka
kejahatan 2010= 332.490
·
Angka
kejahatan 2011 = 347.605
·
Angka
kejahatan sampai November 2012 = 316.500
·
Angka
Kejahatan 2013 = 305. 708
Dengan banyaknya angka kejahatan tersebut sama artinya dengan Setidaknya, tiap satu menit dan 31 detik atau 91 detik kejahatan
muncul dan hal tersebut terjadi selama 2012-2013.
Merujuk data
yang dimiliki Mabes Polri, penanganan kasus kejahatan yang dapat diselesaikan
pada 2012 sebanyak 167.653 kasus dari total 316.500 kasus kejahatan. Angka ini
seperti diterangkan bekas Kadiv Humas Polri setara 53 persen. Itu artinya Tidak lebih dari 60% kasus kejahatan di
Indonesia di Indonesia terselesaikan oleh pihak yang berwenang. Kerugian yang
ditimbulkan dari kejahatan pun sangat tinggi karena kejahatan properti sulit
diselesaikan dan hanya sebagian kecil yang dapat dikembalikan.
Diatas merupakan fakta presentase kejahatan di ndonesia. Nah ,untuk itu
kita harus berhati- hati sekalipun kita berada di lingkungan akademik. Oleh
karena itu, kali ini kita akan membahas
kasus yang rawan di jatinangor, yakni pencopetan yang merupakan salah satu
kejahatan yang kecil tapi sangat merugikan yakni . Pencopetan disini yakni
pencopetan barang berharga seperti dompet dan handphone di angkot. Hal ini,
biasanya dikarenakan ketledoran kita tidak menyimpan dan menjaganya dengan baik.
Hal ini sering terjadi oleh mahasiswa yang sedang naik angkot dan menjatuhkan
hape lalu turun dari angkot dan kemudian langsung hilang.
Nah untuk menghindarinya, langsung check aja tips and trick di bawah
ini.
- Simpanlah barang berharga seperti dompet atau handphone di dalam tas yang tertup. Hal ini dikarenakan mudahhnya copet unuk mengambil barang berharga dari tas yang terbuka atau seperti totte bag dengan cara menyobek dengan cutter.
- Jangan simpan handpone di saku jaket. Hal ini dikarenakan mudah jatuh saat kita berdiri untuk turun dari angkot dan akan susah ditemukan jika kita mencari kembali setelah kita turun.
- Berhati-hatilah jika anda turun dari angkot akan tetapi ter stuck oleh kaki orang. Ditambah lagi ketika anda terjebak saat berada di sisi pintu saat akan turun (dalam keadaan menempatkan handphone ataupun dompet di saku jaket ataupun saku jeans), hal ini sangat memudahkan pencopet untuk mengmabil dengan sekejap.
- Jika anda yakin merasa kehilangan setelah turun dari angkot, lihatlah sekitar. Biasanya orang yang ada di dalam angkot yang mengambil barang berharga kita akan turun dan pindah ke mobil dan langsung pergi.
nah, diatas adalah beberapa tips dan trick untuk menghindari pencopetan
di dalam angkot. Jangan lupa agar selalu menjaga barang bawaan anda agar tetap
aman. Karena kita akan merasa menyesal jika sudah kehilangan .
(nia hepy kirana –fuzna A. Simbolon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar